Analisa
Terhadap Pemberitaan Massa Mengenai Pancasila Identitas Nasional Hak Dan
Kewajiban Warga Negara Serta Konstitusi
Nama
Mahasiswa
Friska
Emelia Tindaon 160155201015
1.
Pancasila
Kasus : Warga Gemboyah Aceh Gotong Royong Memperbaiki Jembatan yang Putus
Jembatan di desa Gemboyah
Kecamatan Linge yang menghubungkan
Kecamatan Jagong – Aceh Tengah yang terputus akibat diterjang banjir pada
minggu malam lalu kini mulai diperbaiki warga setempat secara swadaya. Warga
desa Alur Item Khaliddin mengatakan jembatan tersebut merupakan akses satu
satunya menuju Kecamatan Jagong dan Linge. Apabila tidak diperbaiki segera,
maka warga di desa Gemboyah terisolir.
Saat ini
sebutnya kendaraan roda dua saja yang dapat melalui jembatan tersebut,
sementara kendaraan roda empat dan lebih belum dapat melintas. “ Ya Alhamdulillah kita perbaiki dulu supaya
roda dua bisa lewat, supaya anak anak ke
sekolah dan yang pakai roda dua bisa lewat, dan macet, kalo roda empat belum
bisa. Jadi kalo enggak ditangani segera kami warga Gemboyah, Kampung Antara,
Arul Item bisa terisolir Pak” Ungkap Khalidin.Hujan pada minggu malam
26/10 telah mengakibatkan 2 jembatan di Kecamatan Linge rusak, pertama jembatan
Gemboyah sepanjang 5 meter dan jembatan di desa Kemerleng.
Sementara
itu Kepala Desa Gemboyah Rusli mengungkapkan Jembatan itu berada pada jalan
Provinsi, sehingga proses penangannya merupakan tanggung jawab Provinsi. Sehari
setelah musibah terjadi, camat Linge Agus Kasim bersama Dinas terkait telah
meninjau kedua jembatan yang putus itu. Warga berharap perbaikan pembangunan
jembatan dilakukan tahun ini juga sehingga aktifitas perekonomian seperti
mengangkut hasil pertanian berjalan dengan normal seperti sedia kala.
Sumber : https://dheavanialado.wordpress.com/2015/04/13/contoh-contoh-berita yang- mengandung-nilai-pancasila-positif-negatif/
Tanggapan : Menurut saya, sikap gotong royong sangat
diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat
dikarenakan dapat menyelesaikan masalah dengan mudah dan cepat. Dan gotong
royong dapat menambah rasa kekeluargaan. Itu harus diterapkan disetiap daerah
di Indonesia. Ini merupakan nilai pancasila pada sila ke lima Keadilan social
bagi seluruh rakyat Indonesia.
2.
Identitas
Nasional
Kasus :
Malaysia Klaim Tari
Tortor, Indonesia Harus Tegas
TEMPO.CO, Jakarta
- Politikus Demokrat asal Sumatera Utara, Ruhut Sitompul, menilai Indonesia
harus bersikap tegas terhadap Malaysia yang selalu mengklaim kebudayaan
Indonesia. “Sekali-sekali perlulah kita bom. Biar jadi shock therapy,"
ujarnya di Jakarta, Minggu, 17 Juni 2012. ”Capek diplomasi terus. Mereka pasti
selalu berkelit.”
Ruhut menanggapi rencana pemerintah Malaysia memasukkan tari tortor dan alat musik gondang 9 (sembilan gendang) dari Mandailing sebagai salah satu warisan budaya mereka. Keinginan itu muncul dari Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Rais Yatim.
Kantor berita Malaysia, Bernama, melansir berita bahwa Menteri Rais berencana mendaftarkan kedua budaya masyarakat Sumatera Utara itu dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005. ”Tapi (pengakuan) itu dengan syarat harus ada pertunjukan berkala,” ujarnya seusai peluncuran komunitas pertemuan masyarakat Mandailing di Malaysia, Kamis 14 Juni 2012 lalu.
Dengan syarat itu, kata Rais, tarian dan paluan gendang juga harus dimainkan di depan publik. Rais, menurut situs itu, juga menyatakan bahwa mempromosikan seni dan budaya Mandailing itu penting. Soalnya, bisa mengungkap asal-usul mereka, selain membina kesatuan dengan masyarakat lainnya.
Ruhut menanggapi rencana pemerintah Malaysia memasukkan tari tortor dan alat musik gondang 9 (sembilan gendang) dari Mandailing sebagai salah satu warisan budaya mereka. Keinginan itu muncul dari Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Seri Rais Yatim.
Kantor berita Malaysia, Bernama, melansir berita bahwa Menteri Rais berencana mendaftarkan kedua budaya masyarakat Sumatera Utara itu dalam Seksyen 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005. ”Tapi (pengakuan) itu dengan syarat harus ada pertunjukan berkala,” ujarnya seusai peluncuran komunitas pertemuan masyarakat Mandailing di Malaysia, Kamis 14 Juni 2012 lalu.
Dengan syarat itu, kata Rais, tarian dan paluan gendang juga harus dimainkan di depan publik. Rais, menurut situs itu, juga menyatakan bahwa mempromosikan seni dan budaya Mandailing itu penting. Soalnya, bisa mengungkap asal-usul mereka, selain membina kesatuan dengan masyarakat lainnya.
Masyarakat
Sumatera Utara mengenal tari tortor sebagai bagian dari upacara adat untuk
menghormati para leluhur. Adapun Mandailing merupakan salah satu suku di
Sumatera Utara.
Kementerian Luar Negeri belum bisa menanggapi rencana Malaysia itu. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, A.M. Fachir, menjelaskan, persoalan klaim-mengklaim antarnegara adalah persoalan yang tidak mudah. ”Sebab, 70 persen ras Melayu berasal dari Indonesia,” ujarnya. ”Sulit mengatakan Malaysia tidak berbudaya Jawa, Padang, Aceh.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh menilai jika tarian itu diperagakan Malaysia di negerinya, hal tersebut tidak jadi masalah. Jika Malaysia mengklaim dua budaya itu, Nuh menegaskan, pemerintah Indonesia akan segera melakukan dialog kebudayaan dengan Malaysia .
Kementerian Luar Negeri belum bisa menanggapi rencana Malaysia itu. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, A.M. Fachir, menjelaskan, persoalan klaim-mengklaim antarnegara adalah persoalan yang tidak mudah. ”Sebab, 70 persen ras Melayu berasal dari Indonesia,” ujarnya. ”Sulit mengatakan Malaysia tidak berbudaya Jawa, Padang, Aceh.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh menilai jika tarian itu diperagakan Malaysia di negerinya, hal tersebut tidak jadi masalah. Jika Malaysia mengklaim dua budaya itu, Nuh menegaskan, pemerintah Indonesia akan segera melakukan dialog kebudayaan dengan Malaysia .
Adapun Ketua Lembaga Adat Sidempuan, Saleh Salam Harahap, menyatakan alat musik gondang 9 dan tari tortor adalah budaya yang telah lama ada dan dikenal luas di suku Batak dan Mandailing. ”Budaya itu sudah ada sejak 500 tahun lalu di Mandailing,” katanya. Saleh yakin upaya Malaysia mengklaim budaya itu akan dihadang komunitas Mandailing yang tersebar di Malaysia.
Sumber : https://m.tempo.co/read/news/2012/06/18/173411217/malaysia-klaim-tari-tortor-indonesia-harus-tegas
Tanggapan : Menurut saya, Identitas Nasional adalah
ciri khas dari suatu negara dengan peristiwa ini diharapkan masyarakat
Indonesia menjaga kelestarian budaya dan mempertahankannya sebagai Identitas
Nasional. Karena budaya merupakan salah satu bagian utama dari Identitas
Nasional.
3.
Hak Dan Kewajiban Warga Negara
Kasus : Adik Gus Dur Tolak Bayar Pajak
BLITAR
- Anggota Komisi III DPR RI yang juga adik kandung Gus Dur, Lily Wahid,
bersama Sekjen Asosiasi Masyarakat Pembayar Pajak Indonesia Dr Sasmito
Hadinegoro, sejumlah Jendral (purn) era orde baru, dan para ulama mencanangkan
gerakan maklumat menunda pembayaran pajak.
Pernyataan
maklumat itu berisi ajakan kepada rakyat Indonesia, khususnya warga Blitar,
untuk tidak membayar pajak pada tahun 2013 mendatang.Perlawanan tersebut
dilakukan selama pemerintah tidak segera menyelesaikan masalah pembayaran
obligasi rekap bunga bank sebesar Rp60 triliun setiap tahun.
"Pajak
yang berasal dari rakyat harus kembali ke rakyat.Bukan untuk membayar
tanggungan bank.Jika tidak, kita akan melakukan penundaan pembayaran pajak
bersama-sama," ujar Lily di Pondok Pesantren Al Kamal, Desa Kunir,
Wonodadi, Kabupaten Blitar Jumat (10/8/2012).
Menurut
Lily, penolakan membayar pajak ini, juga respons dari sikap pemerintah yang
memberikan utang kepada para bankir saat Indonesia terlanda krisis moneter yang
merupakan bentuk pembodohan rakyat.
"Salah
satu penggagasnya (pemberian dana moneter ke bankir) adalah yang saat ini
menjadi Wakil Presiden Indonesia. Dan dalam hal ini yang bersangkutan harus
bertanggungjawab," tegasnya.
Politisi
PKB ini menegaskan bahwa gerakan ini bukanlah perbuatan pidana dan bukan juga
sebagai salah satu tindakan makar.
"Hal
ini dilakukan untuk memberi pelajaran kepada pemerintah bahwa rakyat kita
tidak bodoh," ujarnya.
Selain
di Blitar, maklumat penolakan membayar pajak tersebut, juga sudah disampaikan
di Medan, Blora, Yogyakarta, Pati, dan Kabupaten Gorontalo.
Penyampaian
dan pemberian tanda tangan kepada maklumat ini, juga disaksikan Mayjen Purn
Syamsu Jalal, Mantan Danpuspom ABRI, Laksamana Pertama Purn Mulyo Wibisono,
Mantan Dir Bais TNI, KRT Harjuno Wiwoho Sekjen Gerakan Hidupkan Masyarakat
Sejahtera (HMS) dan KH Moh Maksum (Ketua FKPPBD). (ctr)
Sumber : http://luhsuluh.blogspot.co.id/2015/01/kasus-pelanggaran-hak-dan-kewajiban.html
Tanggapan
:Menurut saya, dalam pembayaran pajak masyarakat wajib membayarnya dikarenakan
itu kewajiban warga Negara. Pembayaran pajak dapat digunakan untuk menyedikan
fasilitas umum bagi masyarakat
4.
Konstitusi
Kasus : Mesuji
Versi KomnasHAM
Rep: M
Fakhruddin/ Red: Stevy Maradona
Antara/Agus
Wira Sukarta
Ribuan
petani Kabupaten Mesuji, Lampung, Ahad (18/12), menunggu kedatangan rombongan
anggota Komisi III DPR RI di areal Hutan Register 45.
REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA -- Silang pendapat antara pemerintah dengan korban kekerasan Mesuji,
Sumatra Selatan membuat fakta yang terjadi semakin kabur. Komnas HAM mencoba
meluruskan duduk permasalah sebenarnya yang terjadi di sana, sekaligus
bagaimana solusinya.
Komisioner
Komnas HAM, Ridha Saleh, mengungkapkan akar permasalahan yang terjadi di Sungai
Sodong, Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan kepada Republika, Rabu
(21/12).
Ridha mengatakan, peristiwa di Desa Sungai
Sodong dipicu oleh konflik tanah. Dimana pada tahun 1997 terjadi perjanjian
kerjasama antara PT SWA dengan warga, terkait dengan 564 bidang tanah seluas
1070 ha milik warga untuk diplasmakan.
Perjanjian
tersebut untuk masa waktu 10 tahun, setelah itu akan dikembalikan lagi kepada
warga. Selama kurun waktu 10 tahun, setiap tahunnya warga juga dijanjikan akan
mendapat kompensasi.
Namun hingga saat ini perusahaan ternyata
tidak memenuhi perjanjian tersebut. Akhirnya pada bulan april 2011 masyarakat
Sungai Sodong mengambil kembali tanah tersebut melalui pendudukan.
Tidak
juga mengembalikan tanah tersebut, perusahaan malah menuduh pendudukan tanah
warga tersebut sebagai gangguan. Kemudian, pada tanggal 21 april 2011, dua
orang warga yakni Indra (ponakan) dan Saytu (paman) sekitar pukul 10.00 WIB
keluar rumah berboncengan bertujuan ingin membeli racun hama.
Mereka
melewati jalan poros perkebunan warga (bukan wilayah sengketa dan di luar Desa
Sungai Sodong). Tidak ada yang mengetahui peristiwanya, tiba-tiba pada pukul
13.00 WIB tersebar kabar ada yang meninggal 2 orang. Berita itu sampai ke warga
Sodong termasuk keluarga korban.
Mendengar
berita tersebut, keluarga korban termasuk paman dan adiknya langsung menuju TKP
dan menemukan Indra terkapar di jalan dengan luka tersayat lehernya(tidak
sampai putus) dan diduga ada 3 luka tembak, dua di dada dan satu di pinggang.
Sementara Saytu ditemukan di dekat perkebunan kelapa sawit atau sekitar 70
meter dari jasad Indra, dengan posisi tengkurap dalam keadaan sekarat.
"Saytu
lalu ditanya adiknya siapa yang melakukan penganiayaan itu. Saytu menjawab yang
melakukan adalah satpam, pam swakarsa, dan aparat," ungkap Ridha.
Lalu,
sekitar pukul 14.00 WIB, sebagian warga mendatangi base camp perusahaan dan ber
unjuk rasa di situ. Mereka mempertanyakan, serta meminta pertanggujawaban
mengapa keluarga mereka dibunuh. Menurut pengakuan warga, kata Ridha, saat
berdemo mereka tidak melakukan tindakan anarkis apalagi melakukan pembunuhan.
"
terkait dengan 5 orang security perusahaan yang meninggal mereka tidak tahu.
Ini yang harus diluruskan," kata Ridha
Tanggapan : Menurut saya, peristiwa di Desa Sungai Sodong dipicu oleh
konflik tanah. Dimana pada tahun 1997 terjadi perjanjian kerjasama antara PT
SWA dengan warga, terkait dengan 564 bidang tanah seluas 1070 hak milik warga
untuk diplasmakan ,seharusnya ditindak lanjuti dan pihak yang bermasalah harus
bertanggung jawab
Komentar
Posting Komentar